Blogroll

Sunday, 7 September 2014

Cinta Dalam Islam. Adakah Kaum Muda Memahami?




Bercinta dan perasaan cinta mungkin sesuatu yang sukar dielakkan pada zaman ini. Dengan kemudahan teknologi perhubungan, hampir mustahil pemuda dizaman ini tidak bercinta, walaupun sekurang – kurangnya hanya dengan ber-sms.
Kali ini tajuk yang ingin dibincangkan adalah mengenai cinta di dalam Islam. Adakah kita, kaum muda memahami cinta yang dianjurkan di dalam Islam?

Cinta Dalam Islam

Cinta harus diungkapkan dengan baik dan benar sesuai dengan ukurannya. Jika tidak, boleh merosakan.
Aturan cinta dan kasih sayang ini perlu dipelihara, sehingga boleh terpelihara dan keindahannya selalu terjaga serta menjadi benteng yang kokoh.
Contohnya, lihat pada pasangan suami-isteri. Cinta dan kasih sayang boleh menjadi benteng yang sangat kuat untuk menghadapi cubaan dan ujian dari Allah.
Bila kita mampu menjaga kehadiran rasa sayang dan cinta, kita akan memiliki perlindungan yang terbaik untuk menghadapi tentangan besar dan badai kehidupan.
Namun, seringkali manusia tidak mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik sebuah cobaan dan ujian. Lebih lagi apabila seorang manusia telah menggunakan egonya.
Biasanya mereka akan kalah dan cenderung mempesoalkan tentang ujian dan cobaan yang menimpanya.
Contohnya ketika seseorang menyatakan perasaannya kepada orang yang disukainya. Kemudian mereka yakin bahwa hubungan mereka akan bahagia ke jenjang pelamin.
Namun, mereka putus di tengah jalan.
Fenomena ini biasa terjadi dalam masyarakat, tetapi kita seringkali sukar menghadapinya. Bila tidak berhati-hati, boleh menyebabkan kekecewaan dan mempengaruhi hingga ke sendi-sendi kehidupan seseorang.
Sering kalahnya manusia dalam ujian percintaan merupakan kas yang biasa mendera kaum muda.
Padahal, generasi muda sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai agen perubahan. Sangat sayang apabila mereka  hilang dalam perjuangan zaman, hanya karena urusan cinta dan kasih sayang.
Kegagalan menjaga rasa cinta. Mereka hanya tidak mampu menguruskan fitrah yang sangat mendasar ketika menghadapi ujian kehidupan.
Ketika kaum muda putus cinta, seolah-olah putus segala harapan untuk  mendapatkan kasih sayang. Padahal tidak. Kesempatan mereka untuk mendapatkan kasih sayang dalam koridor yang sebenar masih terbuka lebar.
Meskipun begitu, sebaiknya kita mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Allah. Cinta dan kasih sayang tertinggi dan terbaik dibandingkan cinta dan kasih sayang dari manapun.
Kita  seharusnya selalu berprasangka positif terhadap Allah. Sehingga mampu menjadikan kita menerima kenyataan apabila ungkapan cinta dan kasih sayang terhadap sesama kita putus di tengah jalan.
Kita juga jangan sampai kehilangan pegangan hidup, yaitu Islam. Bagaimana pun, sesuatu yang kita peroleh adalah hasil terbaik yang diberikan Allah.
Meskipun pada awalnya kita tidak memahami dan merasa sakit, tetapi apabila kita percaya bahawa hal tersebut merupakan yang terbaik, kita akan ikhlas menerimanya.
Bagaimana memelihara dan mengelola perasaan cinta dan kasih sayang yang baik terhadap pasangan?
Biasanya, sebelum berumah tangga, para pemuda & pemudi selalu mendesak dan seakan terdesak untuk segera menikah. Tetapi, setelah berumah tangga, akan terasa hambar karena semuanya sudah diketahui dan terbuka.
Impian yang pernah dicita-citakan sebelum bernikah dahulu, seringkali kandas dalam pertikaian, kekerasan dalam rumah tangga, dan penceraian.
Dalam hal ini, ada kegagalan dalam menjaga cinta dan kasih sayang.

Bagaimana Rasulullah mengajar cinta dalam Islam?

Rasul sendiri selalu memberikan kehangatan kepada isteri-isterinya, terutama Aisyah. Beliau selalu bermain serta memuji Aisyah. Sederhana dan mudah dipraktikkan untuk memelihara kehangatan.
Contohnya dengan mengamalkan untuk mencium isteri 3 kali dalam sehari. Tidak perlu sembunyi-sembunyi. Kalau boleh, dihadapan anak-anak agar mereka boleh melihat ibubapanya yang bahagia.
Rasul juga selalu mencontohkan untuk menyampaikan kata-kata yang baik kepada isteri setiap hari seperti, Kamu cantik sekali hari ini.
Rasul mencontohkannya dengan selalu memanggil Aisyah dengan jolokan si “pipi merah”.
Ekspresi seperti ini, walaupun nampak mengada-ngada, tetapi ia merupakan doa yang terungkap dari dalam hati.
Tidak perlu membelikan alat-alat kecantikan yang mahal agar isteri menjadi semakin cantik dari hari ke hari. Cukup dengan memujinya setiap hari, maka isteri akan kelihatan lebih cantik, meskipun semakin tua dari hari ke hari.
Karena kecantikan isteri ada di dalam hatinya.
Amalan baik ini akan selalu dilihat oleh Allah. Allah berjanji apabila ada hambanya yang melakukan kebaikan dengan berusaha memelihara kasih sayang dan menjaga cinta sebagai seorang suami kerana Allah, Allah akan semakin mendekatinya.
Bila hambanya mendekati dengan berjalan, Allah akan menjemputnya dengan berlari. Janji ini sepatutnya dijadikan motivasi bagi kita untuk selalu menjaga keluarga kita sebaik-baiknya.
“jangan menghabiskan cinta dan kasih sayang pada masa sebelum menikah.Masih ada perjalanan panjang dalam rumah tangga nanti”.

Aurat: Menjawab Alasan Mereka Yang Tak ingin Menutup Aurat

 akhir-akhir ini, saya sering mendapat pertanyaan yang sama tentang masalah aurat. Bagaimana menjawab Pertayaan mereka yang  ingin menutup aurat? 

Bagaimana hidup mereka memakai jilbab? 

Bagaimana cara memberi pemahaman kepada mereka tentang aurat? 


Di sini saya berusaha mengumpulkan alasan-alasan dan argumen kritik buat si pelaku bedah aurat. Terima kasih kepada sumber tersebut, bisa menjadi untuk jawaban lengkap. 

Dan artikel ini tidak hanya berfokus pada isu bertudung, bahkan juga buat muslimah yang berjilbab pendek, memakai sendat serta kaum muslimin sendiri yang intens aurat.

Insyaallah semoga bermanfaat buat mereka yang mencari-cari jawaban tentang masalah ini. 


1. Meskipun  aurat, diri masih menjaga martabat dan tidak melakukan hal tak senonoh? 

"Janganlah nilai orang dari luarnya. Do not judge a book by its cover! "

"Meskipun tidak pakai jilbab, saya tetap masih jaga shalat dan menjaga perilaku" 

Jawaban: 

Apakah Anda mengklaim diri Anda memiliki hati yang suci, iman yang tinggi dan seharusnya itu.

udah cukup menjamin martabat diri tanpa harus menutup aurat? 

Tapi apakah Anda berani menjamin bahwa semua pria ajnabi yang melihat aurat Anda memiliki hati sesuci dan iman setinggi Anda juga? 

Langsungkah mereka tidak mempengaruhi dan tidak membangkitkan nafsu serakah mereka yang berada di depan Anda? 

Jadi, perlu diberi pemahaman bahwa kewajiban wanita menutup aurat bukanlah semata-mata untuk menjaga maslahat dan martabat pihak wanita itu sendiri, tetapi maslahat yang lebih besar adalah menjaga masyarakat yang berada di sekelilingnya agar tidak terfitnah disebabkan budaya
mengungkapkan aurat. 

Betapa banyak kasus-kasus kejahatan perkosaan dan cabul bersumber dari wanita sendiri yang memamerkan tubuhnya yang telanjang di hadapan khalayak pria. 

Maka tutuplah aurat bukan sekadar untuk Anda, tetapi juga demi kemaslahatan orang lain di sekitar. 



2. Perempuan yang bertudung lebih buruk dari tak berJilbab? 

"Ala ... perempuan pakai jilbab pun berperangai buruk!" 

"Ada juga teman saya yang benar-benar menutup aurat tapi perangai dan perilaku mereka lebih buruk dari perempuan yang tidak memakai Jilbab!" 

"Ada seorang kakak tu pakai Jilbab, tapi perangai buruk, mengumpat sana mengumpat sini" 

"Siapa kata orang tak pakai Jilbab semua jahat?" 

Jawaban: 

Ungkapan Anda ini tampaknya sedang memperlekehkan insan yang sedang berusaha mentaati perintah Allah (dalam bab tutup Aurat). 

Apakah Anda melihat bahwa Anda sudah lebih baik dibandingkan insan yang menutup aurat tersebut ketika Anda berani mengucapkan ungkapan seperti itu, sedangkan Anda sendiri membiarkan aurat Anda terbuka? 

Salah sama sekali dalam urusan agama, untuk kita membandingkan diri kita dengan mereka yang lebih buruk agama dan akhlak. Ini adalah teknik Setan untuk menghentikan seseorang dari melakukan upaya pemulihan diri kepada yang lebih baik.

Nabi bersabda: Dua hal yang siapapun dapat perolehinya akan ditulis dirinya sebagai hamba yang bersyukur dan sabar, orang yang gagal dalamnya, tidak akan ditulis sebagai orang bersyukur dan sabar. Yaitu siapa yang melihat tentang agamanya kepada mereka yang jauh lebih baik darinya, lalu dia berusaha mengikutinya, dan dalam hal keduniaan mereka melihat kepada orang-orang yang kurang darinya sehingga ia memuji Allah atas nikmat yang diperolehnya. (HR At-Tirmidzi) 



3. Tidak ingin hipokrit bila bertudung? 

"Bertudung ini membutuhkan keikhlasan ..." 

"Saya ingin berubah karena saya sendiri yang ingin berubah. Saya ingin melakukannya dengan ikhlas, bukan karena disuruh. "

"Buat apa pakai Jilbab kalau hati tak benar" 

Jawaban: 

Allah swt dan Rasul-Nya telah memerintahkan seluruh wanita muslimah WAJIB untuk menutup aurat tidak peduli apakah seseorang itu ikhlas atau tidak, suka atau tidak, disuruh oleh orang lain atau terbit dari hatinya sendiri. 

Sama seperti mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan semua perintah serta larangan Islam yang lain, apakah seseorang itu ikhlas atau tidak, terpaksa atau tidak. 

Jika ikhlas dijadikan alasan maka, banyak diluar sana tidak perlu shalat 5 waktu karena sulit mencapai tingkat keikhlasan yang ingin dicapai. 

Perlu dicatat, jika seseorang menutup aurat secara ikhlas atau parsial ikhlas, maka dia akan mendapat imbalan sekadar keikhlasannya. Namun tanggung jawab fisik yang diwajibkan oleh agama dianggap sudah terlaksana secara lahiriah. 

ATAU kata lainnya, tatkala itu dia hanya BERDOSA SEKALI yaitu karena tidak melaksanakannya secara ikhlas, tetapi dia terhindar dari dosa tidak mengerjakan yang wajib atasnya secara zahir. 

Namun jika dia degil dan tidak menutup aurat, atas alasan TIDAK IKHLAS, TIDAK MAHU HIPOKRIT dan sebagainya, tindakannya itu menjadikannya BERDOSA di sisi Allah secara fisik dan juga spiritual, atau dalam kata lainnya, dia berdosa DUA KALI. 

Dosa di level pertama dan kedua sekaligus, bahkan lebih hancur ketika dosa level pertama itu sangat mudah tumbuh ketika menular kepada orang lain, seperti ketika hanya ada mata pria bukan mahram yang melihat, ketika itu dosa bukan hanya dua kali tetapi sebanyak mata pria yang melihat . 

Adapun bagi mereka yang tidak ikhlas tadi, at least dia sudah selamat dari cambahan dosa dari mata pria. 

4 Menunggu seru untuk berjilbab? 

"Biarlah itu datang dari saya sendiri, bukan dipaksa siapapun. Bila tiba waktu, Insyaallah saya bertudung "

"Saya tahu hari itu akan tiba tapi bukan sekarang" 

"Insyaallah, bila sudah menikah barulah saya bersedia" 

Jawaban: 

Jika bukan sekarang, maka apakah ketika Melihat orangmati baru ingin berubah? Sadarilah wahai diri, bahwa kematian akan datang secara tiba-tiba dan tidak ada jaminan umur masih panjang beberapa minggu lagi. 



"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang bisa nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, putera-putera pria mereka , atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang 'aurat wanita. Dan jangalah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka.Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. "- Surah an-Nur ayat 31