Blogroll

Sunday, 7 September 2014

Cinta Dalam Islam. Adakah Kaum Muda Memahami?




Bercinta dan perasaan cinta mungkin sesuatu yang sukar dielakkan pada zaman ini. Dengan kemudahan teknologi perhubungan, hampir mustahil pemuda dizaman ini tidak bercinta, walaupun sekurang – kurangnya hanya dengan ber-sms.
Kali ini tajuk yang ingin dibincangkan adalah mengenai cinta di dalam Islam. Adakah kita, kaum muda memahami cinta yang dianjurkan di dalam Islam?

Cinta Dalam Islam

Cinta harus diungkapkan dengan baik dan benar sesuai dengan ukurannya. Jika tidak, boleh merosakan.
Aturan cinta dan kasih sayang ini perlu dipelihara, sehingga boleh terpelihara dan keindahannya selalu terjaga serta menjadi benteng yang kokoh.
Contohnya, lihat pada pasangan suami-isteri. Cinta dan kasih sayang boleh menjadi benteng yang sangat kuat untuk menghadapi cubaan dan ujian dari Allah.
Bila kita mampu menjaga kehadiran rasa sayang dan cinta, kita akan memiliki perlindungan yang terbaik untuk menghadapi tentangan besar dan badai kehidupan.
Namun, seringkali manusia tidak mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik sebuah cobaan dan ujian. Lebih lagi apabila seorang manusia telah menggunakan egonya.
Biasanya mereka akan kalah dan cenderung mempesoalkan tentang ujian dan cobaan yang menimpanya.
Contohnya ketika seseorang menyatakan perasaannya kepada orang yang disukainya. Kemudian mereka yakin bahwa hubungan mereka akan bahagia ke jenjang pelamin.
Namun, mereka putus di tengah jalan.
Fenomena ini biasa terjadi dalam masyarakat, tetapi kita seringkali sukar menghadapinya. Bila tidak berhati-hati, boleh menyebabkan kekecewaan dan mempengaruhi hingga ke sendi-sendi kehidupan seseorang.
Sering kalahnya manusia dalam ujian percintaan merupakan kas yang biasa mendera kaum muda.
Padahal, generasi muda sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai agen perubahan. Sangat sayang apabila mereka  hilang dalam perjuangan zaman, hanya karena urusan cinta dan kasih sayang.
Kegagalan menjaga rasa cinta. Mereka hanya tidak mampu menguruskan fitrah yang sangat mendasar ketika menghadapi ujian kehidupan.
Ketika kaum muda putus cinta, seolah-olah putus segala harapan untuk  mendapatkan kasih sayang. Padahal tidak. Kesempatan mereka untuk mendapatkan kasih sayang dalam koridor yang sebenar masih terbuka lebar.
Meskipun begitu, sebaiknya kita mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Allah. Cinta dan kasih sayang tertinggi dan terbaik dibandingkan cinta dan kasih sayang dari manapun.
Kita  seharusnya selalu berprasangka positif terhadap Allah. Sehingga mampu menjadikan kita menerima kenyataan apabila ungkapan cinta dan kasih sayang terhadap sesama kita putus di tengah jalan.
Kita juga jangan sampai kehilangan pegangan hidup, yaitu Islam. Bagaimana pun, sesuatu yang kita peroleh adalah hasil terbaik yang diberikan Allah.
Meskipun pada awalnya kita tidak memahami dan merasa sakit, tetapi apabila kita percaya bahawa hal tersebut merupakan yang terbaik, kita akan ikhlas menerimanya.
Bagaimana memelihara dan mengelola perasaan cinta dan kasih sayang yang baik terhadap pasangan?
Biasanya, sebelum berumah tangga, para pemuda & pemudi selalu mendesak dan seakan terdesak untuk segera menikah. Tetapi, setelah berumah tangga, akan terasa hambar karena semuanya sudah diketahui dan terbuka.
Impian yang pernah dicita-citakan sebelum bernikah dahulu, seringkali kandas dalam pertikaian, kekerasan dalam rumah tangga, dan penceraian.
Dalam hal ini, ada kegagalan dalam menjaga cinta dan kasih sayang.

Bagaimana Rasulullah mengajar cinta dalam Islam?

Rasul sendiri selalu memberikan kehangatan kepada isteri-isterinya, terutama Aisyah. Beliau selalu bermain serta memuji Aisyah. Sederhana dan mudah dipraktikkan untuk memelihara kehangatan.
Contohnya dengan mengamalkan untuk mencium isteri 3 kali dalam sehari. Tidak perlu sembunyi-sembunyi. Kalau boleh, dihadapan anak-anak agar mereka boleh melihat ibubapanya yang bahagia.
Rasul juga selalu mencontohkan untuk menyampaikan kata-kata yang baik kepada isteri setiap hari seperti, Kamu cantik sekali hari ini.
Rasul mencontohkannya dengan selalu memanggil Aisyah dengan jolokan si “pipi merah”.
Ekspresi seperti ini, walaupun nampak mengada-ngada, tetapi ia merupakan doa yang terungkap dari dalam hati.
Tidak perlu membelikan alat-alat kecantikan yang mahal agar isteri menjadi semakin cantik dari hari ke hari. Cukup dengan memujinya setiap hari, maka isteri akan kelihatan lebih cantik, meskipun semakin tua dari hari ke hari.
Karena kecantikan isteri ada di dalam hatinya.
Amalan baik ini akan selalu dilihat oleh Allah. Allah berjanji apabila ada hambanya yang melakukan kebaikan dengan berusaha memelihara kasih sayang dan menjaga cinta sebagai seorang suami kerana Allah, Allah akan semakin mendekatinya.
Bila hambanya mendekati dengan berjalan, Allah akan menjemputnya dengan berlari. Janji ini sepatutnya dijadikan motivasi bagi kita untuk selalu menjaga keluarga kita sebaik-baiknya.
“jangan menghabiskan cinta dan kasih sayang pada masa sebelum menikah.Masih ada perjalanan panjang dalam rumah tangga nanti”.

Aurat: Menjawab Alasan Mereka Yang Tak ingin Menutup Aurat

 akhir-akhir ini, saya sering mendapat pertanyaan yang sama tentang masalah aurat. Bagaimana menjawab Pertayaan mereka yang  ingin menutup aurat? 

Bagaimana hidup mereka memakai jilbab? 

Bagaimana cara memberi pemahaman kepada mereka tentang aurat? 


Di sini saya berusaha mengumpulkan alasan-alasan dan argumen kritik buat si pelaku bedah aurat. Terima kasih kepada sumber tersebut, bisa menjadi untuk jawaban lengkap. 

Dan artikel ini tidak hanya berfokus pada isu bertudung, bahkan juga buat muslimah yang berjilbab pendek, memakai sendat serta kaum muslimin sendiri yang intens aurat.

Insyaallah semoga bermanfaat buat mereka yang mencari-cari jawaban tentang masalah ini. 


1. Meskipun  aurat, diri masih menjaga martabat dan tidak melakukan hal tak senonoh? 

"Janganlah nilai orang dari luarnya. Do not judge a book by its cover! "

"Meskipun tidak pakai jilbab, saya tetap masih jaga shalat dan menjaga perilaku" 

Jawaban: 

Apakah Anda mengklaim diri Anda memiliki hati yang suci, iman yang tinggi dan seharusnya itu.

udah cukup menjamin martabat diri tanpa harus menutup aurat? 

Tapi apakah Anda berani menjamin bahwa semua pria ajnabi yang melihat aurat Anda memiliki hati sesuci dan iman setinggi Anda juga? 

Langsungkah mereka tidak mempengaruhi dan tidak membangkitkan nafsu serakah mereka yang berada di depan Anda? 

Jadi, perlu diberi pemahaman bahwa kewajiban wanita menutup aurat bukanlah semata-mata untuk menjaga maslahat dan martabat pihak wanita itu sendiri, tetapi maslahat yang lebih besar adalah menjaga masyarakat yang berada di sekelilingnya agar tidak terfitnah disebabkan budaya
mengungkapkan aurat. 

Betapa banyak kasus-kasus kejahatan perkosaan dan cabul bersumber dari wanita sendiri yang memamerkan tubuhnya yang telanjang di hadapan khalayak pria. 

Maka tutuplah aurat bukan sekadar untuk Anda, tetapi juga demi kemaslahatan orang lain di sekitar. 



2. Perempuan yang bertudung lebih buruk dari tak berJilbab? 

"Ala ... perempuan pakai jilbab pun berperangai buruk!" 

"Ada juga teman saya yang benar-benar menutup aurat tapi perangai dan perilaku mereka lebih buruk dari perempuan yang tidak memakai Jilbab!" 

"Ada seorang kakak tu pakai Jilbab, tapi perangai buruk, mengumpat sana mengumpat sini" 

"Siapa kata orang tak pakai Jilbab semua jahat?" 

Jawaban: 

Ungkapan Anda ini tampaknya sedang memperlekehkan insan yang sedang berusaha mentaati perintah Allah (dalam bab tutup Aurat). 

Apakah Anda melihat bahwa Anda sudah lebih baik dibandingkan insan yang menutup aurat tersebut ketika Anda berani mengucapkan ungkapan seperti itu, sedangkan Anda sendiri membiarkan aurat Anda terbuka? 

Salah sama sekali dalam urusan agama, untuk kita membandingkan diri kita dengan mereka yang lebih buruk agama dan akhlak. Ini adalah teknik Setan untuk menghentikan seseorang dari melakukan upaya pemulihan diri kepada yang lebih baik.

Nabi bersabda: Dua hal yang siapapun dapat perolehinya akan ditulis dirinya sebagai hamba yang bersyukur dan sabar, orang yang gagal dalamnya, tidak akan ditulis sebagai orang bersyukur dan sabar. Yaitu siapa yang melihat tentang agamanya kepada mereka yang jauh lebih baik darinya, lalu dia berusaha mengikutinya, dan dalam hal keduniaan mereka melihat kepada orang-orang yang kurang darinya sehingga ia memuji Allah atas nikmat yang diperolehnya. (HR At-Tirmidzi) 



3. Tidak ingin hipokrit bila bertudung? 

"Bertudung ini membutuhkan keikhlasan ..." 

"Saya ingin berubah karena saya sendiri yang ingin berubah. Saya ingin melakukannya dengan ikhlas, bukan karena disuruh. "

"Buat apa pakai Jilbab kalau hati tak benar" 

Jawaban: 

Allah swt dan Rasul-Nya telah memerintahkan seluruh wanita muslimah WAJIB untuk menutup aurat tidak peduli apakah seseorang itu ikhlas atau tidak, suka atau tidak, disuruh oleh orang lain atau terbit dari hatinya sendiri. 

Sama seperti mendirikan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan dan semua perintah serta larangan Islam yang lain, apakah seseorang itu ikhlas atau tidak, terpaksa atau tidak. 

Jika ikhlas dijadikan alasan maka, banyak diluar sana tidak perlu shalat 5 waktu karena sulit mencapai tingkat keikhlasan yang ingin dicapai. 

Perlu dicatat, jika seseorang menutup aurat secara ikhlas atau parsial ikhlas, maka dia akan mendapat imbalan sekadar keikhlasannya. Namun tanggung jawab fisik yang diwajibkan oleh agama dianggap sudah terlaksana secara lahiriah. 

ATAU kata lainnya, tatkala itu dia hanya BERDOSA SEKALI yaitu karena tidak melaksanakannya secara ikhlas, tetapi dia terhindar dari dosa tidak mengerjakan yang wajib atasnya secara zahir. 

Namun jika dia degil dan tidak menutup aurat, atas alasan TIDAK IKHLAS, TIDAK MAHU HIPOKRIT dan sebagainya, tindakannya itu menjadikannya BERDOSA di sisi Allah secara fisik dan juga spiritual, atau dalam kata lainnya, dia berdosa DUA KALI. 

Dosa di level pertama dan kedua sekaligus, bahkan lebih hancur ketika dosa level pertama itu sangat mudah tumbuh ketika menular kepada orang lain, seperti ketika hanya ada mata pria bukan mahram yang melihat, ketika itu dosa bukan hanya dua kali tetapi sebanyak mata pria yang melihat . 

Adapun bagi mereka yang tidak ikhlas tadi, at least dia sudah selamat dari cambahan dosa dari mata pria. 

4 Menunggu seru untuk berjilbab? 

"Biarlah itu datang dari saya sendiri, bukan dipaksa siapapun. Bila tiba waktu, Insyaallah saya bertudung "

"Saya tahu hari itu akan tiba tapi bukan sekarang" 

"Insyaallah, bila sudah menikah barulah saya bersedia" 

Jawaban: 

Jika bukan sekarang, maka apakah ketika Melihat orangmati baru ingin berubah? Sadarilah wahai diri, bahwa kematian akan datang secara tiba-tiba dan tidak ada jaminan umur masih panjang beberapa minggu lagi. 



"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang bisa nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara mereka, putera-putera pria mereka , atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang 'aurat wanita. Dan jangalah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka.Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. "- Surah an-Nur ayat 31

Wednesday, 16 July 2014

Tetaplah Selalu Istiqomah wahai Ukhty



Saat yang lain tidur dengan lelapnya, kau tengah mengadu memohon ampun pada Rabbmu.. “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain bermimpi indah, kau tengah bersimpuh menangis terbayang dosa, larut dalam muhasabah diri.. “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain berkumpul menghabiskan waktu luang, kau tengah asik melantunkan ayat-ayat Tuhanmu “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain tengah menikmati sarapan paginya, kau tengah bersujud bersedekah tulang sembari mengharap Rezeki Illahi “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain bergembira melepas penat akhir pekan, kau tengah duduk mencari Rahmat Allah, wajahmu memenuhi majelis Ilmu “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain merasa terbebani dengan ujian, kau tengah sibuk mencari kekuatan untuk memikulnya, “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain tengah sibuk membicarakan keburukanmu, kau tengah bercerita mengungkit kebaikan orang lain “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain mengeluh bergantung pada manusia, kau jadikan shalat dan sabar sebagai perisaimu, “Jadikan dirimu berbeda..”
Saat yang lain berjalan, kau sudah berlari .. Saat yang lain berpeluh memulai, kau sudah ringan terbiasa .. Saat yang lain duduk belajar, kau sudah berdiri mengamalkan .. Saat yang lain terhempas jatuh, kau tetap tersenyum tangguh “Karena Kau Berbeda..”
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” [QS.al-An’am : 116]
'Sesungguhnya bermula datangnya Islam dianggap asing (aneh) dan akan datang kembali asing. Namun berbahagialah orang-orang asing itu.” Para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam, “Yaa Rasulullah, apa
yang dimaksud orang asing (aneh) itu?” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam - menjawab, “Orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang-orang melakukan pengrusakan.” (HR. Muslim)

Monday, 7 July 2014

Dear my future…












:’)
*ah iya. ini terinspirasi dari buku Prophetic Parenting.. :)
tunggu bunda ya zahra dan kafka :’3 masyaAllah

Sunday, 6 July 2014

Jangan Ditangisi Haid Itu | Ramadhan

Ramadhan tiba lagi dengan sajian pahala yang berganda-ganda.  Dalam kita rancang menyusun  sebulan ibadah kita, tentu saja tertera di hati, “ Alaaa, janganlah period kali ini datang pada akhir 10 ramadhan. Tengah pecutan maximum tu”. Atau pun “ Haa? Period datang double bulan ni? Awal dan akhir? Kenapa Allah uji ana sampai macam ini sekali? Ini dikira nikmat atau dugaan? ” dan pelbagai lagi keluhan  yang biasa saya terdengar keluar dari mulut ukhti-ukhti saya.

Saya pasti, seorang muslimah yang menyadari akan mahalnya harga satu detik di dalam bulan yang penuh keberkatan  ini pasti tidak mau mensia-siakannya.  Sudahlah Ramadhan datang sebulan setahun, pastilah mau  memecut sehabis daya kan?

Jadi, anda ingin berbuat apa ? Makan pil supaya tak didatangi haid sepanjang Ramadhan?  Jangan!  obat-obatan ini kadang- kadang tidak memberikan kesan yang diharapkan malah lebih mengganggu kestabilan hormone.

Atau anda mau menangis dan menyesal dicipta sebagai perempuan lalu mengomel  ‘”coba saya  jadi lelaki..”?

Sekali lagi jangan! karena Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu terlalu mengharapkan (ingin mendapat) limpah kurnia yang Allah telah berikan kepada sebahagian dari kamu (untuk menjadikan mereka) melebihi sebahagian yang lain (tentang harta benda, ilmu pengetahuan atau pangkat kebesaran). ”(Karena telah tetap) orang-orang lelaki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan orang-orang perempuan pula ada bahagian dari apa yang mereka usahakan;” (maka berusahalah kamu) dan pohonkanlah kepada Allah akan limpah kurnianya. Sesungguhnya Allah senantiasa Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. “(An-Nisa’:32)

Sememangnya perasaan sedih pasti akan lahir dari hati seorang muslimah yang sangat mengharapkan keampunan dan ganjaran daripada Tuhannya. Sedangkan, Saidatina Aisyah R.A sendiri pernah meneteskan air mata kesedihan karena merasakan hilangnya peluang beramal dengan kedatangan haid.

Haid sebenarnya bukanlah satu perkara yang buruk, bukan jua satu kekurangan yang patut dikesali, karena di sebaliknya masih ada peluang merebut ganjaran di bulan yang mulia ini.

REDHA DENGAN KETENTUAN ALLAH DAN BERSANGKA BAIK

Redha ialah senang hati menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua ada baik atau buruk. Dan redha dalam beribadah ialah beribadah seperti mana yang diperintahkan untuk kita lakukan, bukan sebagaimana yang kita suka untuk melakukannya.

Anda perasaan tak, bila anda tidak berpuasa karena haid, sebenarnya anda mendapat pahala karena mentaati perintah Allah. Ini karena Allah lah yang memerintahkan kita untuk berpuasa pada hari-hari kita tidak didatangi haid, dan Allah jugalah yang memerintahkan kita untuk berbuka ketika sedang haid, maka berpuasa ketika haid merupakan suatu dosa karena anda dikira melanggar perintah-Nya.

Maha Besar Allah, Dia-lah Sebaik-baik Pencipta, selalu meletakkan hikmah pada makhluk yang diciptakan-Nya. Oleh itu, jika kita benar-benar redha dengan apa yang ditentukan Allah untuk golongan Hawa seperti kita, maka tidak akan timbul isu berkurangnya pahala karena kita tidak boleh solat dan puasa.
Kita hanya dilarang oleh Allah untuk solat, puasa, tawaf dan membaca Al-quran (menurut khilaf ulama’) Sedangkan tanpa kita sedari, sebenarnya pintu-pintu syurga masih terbuka luas untuk kita dan para malaikat masih memanggil-manggil pencari kebaikan.
Namun, masa haid bukanlah masa istirhat dari ibadah, karenna sesungguhnya dalam sehari-semalam itu masih ada banyak amalan yang masih boleh dikerjakan oleh wanita haid.

1-      Sediakan Makanan berbuka puasa

“”Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, dia akan mendapat pahala sepertinya, dan ianya tidak akan mengurangkan pahala orang yang berpuasa sedikitpun””(Riwayat Tarmizi).

Seorang muslimah yang solehah akan senantiasa memburu pahala. Dia tidak akan mensia-siakan peluang beramal. Mari kita memudahkan urusan ukhti-ukhti kita yang berpuasa. Mudahkan mereka beribadah. Niatkan memasak makanan itu karena Allah. Mana lah tahu, sambal ayam, atau Ikan Asam Pedas yang anda sediakan itu yang akan membawa anda ke SyurgaNya nanti!

2.  Bangun Sahur bersama-sama
Seperti juga menyediakan makanan berbuka, tiada salahnya jika kita dapat menyertai mereka bersahur dan biarkan ukhti anda bangun qiamullail. Mintakan sekali dia mendoakan anda. Tidak perlu masak yang renyah dan susah-susah,  Sambil-sambil anda memasak, bolehlah berzikir atau mendengar ayat al-quran. InsyaAllah akan terasa sekali roh qiamullai walaupun anda berada di dapur!

3.  Tadabbur Al-quran atau mendengar bacaan Al-quran

Jika kita dilarang untuk membaca Al-quran **, tidak salah jika kita mendengar bacaan Al-quran. Tukarkan senarai Playlist di dalam Handphone anda dan isikan dengan  mp3 Al-quran. Sekurang-kurangnya jika kita tak sempat untuk khatam Al-quran, kita sudah khatam mendengar bacaan Al-quran. Mari kita membudayakan mendengar Al-quran  di mana-mana anda berada. Di dalam kendaraan, sedang memasak di dapur, sedang melipat pakaian, menyapu sampah malah ketika belajar.

4.  Istighfar, zikir, Maathurat dan Selawat ke atas Nabi

Kali ini mari kita tukar makanan ibadah kita. Jika selama ini kita mengambil 10 menit untuk mengerjakan solat Zuhur. Ketika haid, kita gunakan juga 10 menit itu untuk istighfar, zikir, membaca maathurat, berdoa, dan selawat keatas Nabi SAW. Berzikir boleh dilakukan wanita haid. Hal ini lebih baik daripada sekadar membiarkan lisan dan hati kita lalai dari mengingat Allah. Atau membiarkan lisan dan hati kita untuk hal-hal maksiat seperti mengumpat dan membicarakan serta memikirkan hal yang sia-sia. Dzikir selain dapat mengingatkan kita pada Allah, menenteramkan hati juga mendatangkan pahala.

5.  Menyibukkan diri dengan ketaatan dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.

Lazimi diri kita untuk tidak membuang masa begitu sahaja. Andai futur ketika haid, jangan biarkan begitu saja. Dampingi kawan-kawan yang solehah, hadiri majlis-majlis ilmu (dengan syarat bukan dilaksanakan di dalam masjid), dengarkan rekaman ceramah-ceramah atau hiasi hari anda dengan membaca buku-buku tarbiah dan buku-buku agama. Kegiatan ini juga menghindarkan kita dari angan-angan kosong atau sekadar melamun tanpa guna atau membiarkan waktu berlalu tanpa faedah.

6.  Infaq/ sedekah

Bersedekah umpama kita sedang menabung dalam tabung dan saham akhirat kita. Ganjarannya diganda-gandakan pada bulan Ramadhan. Tambahan, banyak tabung-tabung kebajikan, tabung anak yatim, tabung Palestine dan Syria yang akan diedarkan sekitar bulan Ramadhan ini.

7. Istiqamah (Terus) membuat perkara-perkara sunat yang sudah biasa dilakukan

Tak hanya itu, teruskan saja amalan sunat yang seharian anda biasa lakukan. Jangan dikurangi dosa nya hanya karena anda haid. Melakukan tugas harian sebagai isteri, ibu, housemate, anak yang baik,  selagi mana  dilakukan dengan tulus juga dikira sebagai ibadah. Insyaallah boleh menjadi pengisi poket-poket amal kita, walaupun kita sedang terhalang dengan fitrah haid.

Terimalah fitrah wanita ini dengan ikhlas, tidak menyesalinya dan tidak berburuk sangka. Berkumpul dengan orang yang soleh dan ambillah semangat mereka. Juga, hormat mereka yang berpuasa dan jangan sewenang-wenangnya makan di khalayak ramai.  Maka, rayihlah Ramadhan penuh kesyukuran karena kita, seorang WANITA.



"My friend gadistudunglabuh"
  

Friday, 4 July 2014

Kisah Sehelai Daun



Menilai seseorang

Di sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Diantara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena  kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.
Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapatkan air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat layu. Ia berusaha melindungi daun-daun lain dari matahari yang bersinar sangat terik supaya daun – daun kecil sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi.
Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai berlobang-lobang sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.
Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada sahabat – sahabatnya :
“Sahabat – sahabat aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kamu, aku akan gugur. Selamat tinggal”.
Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjutan, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.
Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka semua berharap akan adanya keajaiban itu.
Setelah lama dicari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah mereput dan menghasilkan air dan makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu bahagia bertahan sehingga musim hujan datang. Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi penyelamat untuk daun-daun lain.

"Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.
Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja
Bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina.
Ingatlah rencana Tuhan itu ajaib dan tidak memilih kasih terhadap semua hambanya."