Blogroll

Sunday, 23 March 2014

S3 | Sabar, Spirit & Smile : Ceritaku hari ini

S3 | Sabar, Spirit & Smile : Ceritaku hari ini: Meja Belajar   Tempat Tidur Rapih   Assalamu’alaikum, Bat … So … Bat…   Apa kabar semua, duh lama nian, nda nge’ blog #kangen …...

Wednesday, 12 March 2014

Jangan Dipengaruhi Emosi


Goncangan emosi boleh menghancurkan seseorang jauh lebih cepat berbanding musibah besar yang memunculkan emosi tersebut

Antara cara memastikan agar kesusahan tetap berada di luar diri adalah dengan menjaga emosi. Jangan biarkan emosi menguasai diri kita pada saat kesusahan datang.
Sewaktu menghadapi kesusahan yang berat, biasanya emosi negatif kita akan meningkat. Kita cenderung menjadi panik, stress, marah dan mengalami kesedihan yang melampau.
Itu semua akan mempengaruhi tindakan kita selanjutnya. Semua emosi negatif itu merupakan pintu bagi kesusahan untuk masuk ke dalam diri, maka kesusahan yang kita alami akan menjadi semakin besar.

Sewaktu menghadapi masalah, sebesar mana pun masalah itu, kita hendaklah berusaha untuk tetap tenang dan tidak emosional. Sebahagian orang mengatakan jika kita sedang marah, hati boleh panas, tetapi kepala hendaklah tetap sejuk.

Dengan begitu keputusan yang akan diambil berikutnya akan tetap terjaga. Jangan sampai diri kita dikuasai oleh perasaan susah dan karenanya kita menjadi emosional dalam bertindak.
Pada perinsipnya kita boleh belajar daripada sesiapa saja, selagi yang dipelajari itu merupakan sesuatu yang positif.

Mengawal Emosi Disaat Kesusahan Menerjang

Orang yang berikut ini sama sekali bukan tokoh kegemaran kita semua untuk diceritakan, tetapi terdapat sedikit kisah menarik yang boleh dijadikan pengajaran dalam menghadapi kesusahan.
Orang yang akan dicerikan ini dianggap oleh  Dr. Mahathir Mohammad sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap krisis kewangan di Asia Tenggara pada tahun 1998, yaitu George Soros. Tidak mengapa kita bercerita tentangnya, untuk mengambil sedikit pengajaran  yang positif.
George Soros dianggap sebagai salah seorang pelabur yang paling menonjol ketika ini. Walaupun begitu, lalaki keturunan Yahudi Hungary ini bukannya tidak pernah melakukan kesilapan atau kegagalan dalam hidupnya.
Pada pertengahan tahun 1987, Soros menjangkakan bursa saham di Amerika akan mengalami peningkatan, sementara Jepun akan mengalami yang sebaliknya. Dia mengambil langkah bijak dalam pelaburan seiring dengan ramalanya.
Bagaimanapun, perkiraan ini ternyata silap. Kira – kira sebulan kemudian, tepatnya pada tarikh 19 Oktober 1987, bursa saham Amerika Syarikat mengalami kemorosotan. Peristiwa yang dikenali sebagai peristiwa Black Monday itu merupakan salah satu kemorosotan bursa saham Amerika yang terbesar dalam sejarah.
Sementara itu Jepun ternyata berjaya menjaga bursa sahamnya dan tidak mengalami kemorosotan seperti yang diramalkan oleh Soros.
Ini menyebabkan Soros dan syarikat pelaburanya, Quantum Fund, mengalami kerugian besar di Amerika Syarikat dan Jepun secara serentak. Kejadian itu menyebabkan Soros kehilangan semua keuntungannya untuk setahun.
Bagi seorang pelabur, walau bagaimana kaya pun dia, perkara itu merupakan masalah yang sangat besar.

Karena ia berlaku secara tiba – tiba dan nyaris – nyaris melumpuhkan perniagaanya. Ia seperti gempa bumi dan bencana tsunami yang datang tanpa disangka – sangka.
Bencana kewangan itu bukan sahaja dialami oleh soros seorang. Ada ramai lagi ahli perniagaan, pelabur dan pengurus yang terkena hentaman dahsyat krisis kewangan tersebut. Mereka menjadi tidak berdaya dan seperti kehilangan semangat setelah kejadian itu.
Bagi kebanyakan pengurus ketika itu, kesusahan telah masuk ke dalam diri mereka. Benteng pertahanan emosi  mereka runtuh.

Yang membedakan Soros dengan ramai pelabur lain adalah dia lebih mampu untuk mengawal jarak dengan emosinya. Dia ternyata lebih mampu untuk mengawal untuk tidak membiarkan kesusahan masuk ke dalam dirinya.
Dua minggu setelah kejadian itu, Soros segera kembali ke pasaran kewangan dan mengambil langkah – langkah perlu dalam pelaburan untuk mengukuhkan lagi syarikatnya. Dia melupakan kegagalan yang telah berlaku sebelumnya.

Pada akhir tahun itu, dengan kata lain dua bulan kemudian, syarikatnya mengalami peningkatan 14.5% (Mark Tier, The Winning Investment Habits of Warren Buffet& George Soros)

Jika Soros mampu melakukan hal begini, seorang muslim sepatutnya lebih mampu dalam mengawal dirinya. Apakah kita mampu mengawal emosi saat berhadapan masalah?
Apakah kita mampu menjaga diri daripada kesusahan dan membiarkan kesusahan itu tetap berada di luar diri kita?
Insyaallah kita boleh melakukannya.. =)


Friday, 7 March 2014

Tetap Sabar dan Istiqomah


Seringkali hati kecil mengadu sakit, seringkali jiwa meratap hiba. Dugaan dan ujian yang bertimpa-timpa, kadangkala menewaskan semangat yang ada. 


Kadangkala kita berasa sendirian dan terasa betapa kita dipinggirkan. Ketika kita menyangka sudah tidak ada lagi yang bernilai dalam kehidupan dan yang kita lihat hanyalah jalan suram di hadapan.



Lantas kita marah kepada Tuhan, kita kecewa dengan ketentuan yang diciptakan. Kita menyalahkan takdir hitam dan saat itu sendu airmata mengaburkan kewarasan. 

Lalu kita hilang pertimbangan, di antara keimanan dan rasukan syaitan. Kita hanya nampak jalan mudah untuk melepaskan diri, lalu ada yang seringkali memilih kematian sebagai penyelesaian.

Pernahkah sekali kita memahami alam?

Mengapa Tuhan hadirkan pelangi selepas hujan?
Mengapa Tuhan tumbuhkan bunga selepas kering? 
Hanya daripada benih hitam yang kusam, apabila disirami hujan lantas berbunga cantik. Maka tersenyumlah alam. 

Betapa indahnya aturan Tuhan.
Mengapa tidak ada hujan berpanjangan atau sinar mentari yang menyinari alam?

Mengapa harus ada putaran alam seperti hitam malam dihiasi bintang?

Mengapa untuk tidak ada sekaligus dalam satu masa?
Mengapa harus hilang sesuatu untuk sesuatu?

Jawabannya senang saja…

Karena tidak ada kemanisan tanpa ada kepahitan, dugaan dan rintangan. Mengecapi kebahagiaan memerlukan pengorbanan. Setiap kesenangan akan ada bayaran. Contohnya, Tuhan hadirkan pelangi yang indah dan kicauan burung yang menyanyikan kedamaian selepas hujan.



Wednesday, 5 March 2014

4 Lilin


Aku tiba di suatu ruang di hidupku
Berisi lilin-lilin yang menyala terang
Ku namai mereka satu persatu;
Lilin pertama, ku beri nama ‘damai’
Nyalanya hijau menyejukkan ditiap keadaan
Lilin kedua, ku beri nama ‘gagal’
Nyalanya hitam merebak membawa duka yang tersamarkan
Lilin ketiga, ku beri nama ‘cinta’
Nyalanya merah menghangatkan ke seluruh pundi-pundi rasa yang ku punya
Lalu,
Lilin keempat, ku beri nama ‘harap’
Nyalanya biru seperti samudera di tengah telaga gersang
Pada suatu ketika hidup mulai berupa-rupa
Satu persatu lilin mulai padam
Lilin damai mulai tergoda untuk merubah suasana
Dari tenang lalu tergoyahkan
Lilin gagal perlahan membuka wajahnya
Memperlihatkan padaku kenyataan tak seperti apa yang ku kira
Lilin cinta sejenak berhenti berdetak
Seperti patah sesaat setelah jatuh oleh rendaman air mata
Saat ketiga lilin padam,
Lilin harap masih saja berkobar
Seperti nyala api yang tak mengerti arti padam
Taufan datang meniupkan hujan
Musim berganti menukar dingin masa
Namun lilin harap masih saja menyala dengan biru yang tak jadi abu
Maka ku angkat dia melintasi ketiga lilin yang padam
Perlahan kedamaian, kegagalan, dan rasa cinta mulai menyala
Dengan secercah harapan
Yang ternyata mampu menghidupi nyala yang telah mati
Dengan harapan baru, yang baru saja ku tahu


Benarkah Perasaan Itu?


Di saat kita jatuh cinta di usia remaja, marilah kita pastikan sekali lagi, apakah benar ini cinta?
Atau hanya perasaan kagum yang hadir secara tiba – tiba?
kita tidak mampu menahan kekaguman pada dia yang sangat cantik jelita, hensem dan beatiful.
Kita tidak mampu menahan dari berkata kepada dia, “cantiknya!” “hensemnya!”
Apakah ini hanya perasaan sesaat kita saja?
Atau benar – benar cinta?

Boleh jadi ia hanya perasaan sementara kita saja.

Kita yang masih muda, beranjak dari masa kanak – kanak kita, kemudian menduduki usia remaja dan sangat memungkinkan mengalami perasaan ini.
Mencuri – curi pandang gadis di pinggir jalan, memandang dengan perasaan malu tapi mau.
Hanya sekadar kagum dan mencoba menjadi orang yang istimewa di hatinya.
Hanya ingin tahu siapa namanya, ingin sekadar hanya ingin tahu dimana rumahnya dan hanya  ingin bahagia saat melihatnya. Ini hanya sesaat sahaja, ini hanya cinta monyet.
Kita berasa ingin menjadi seperti orang lain, yang memiliki teman istimewa, sentiasa berSMS, berjalan berdua-duaan di pusat membeli belah atau keluar melihat wayang selepas pulang dari sekolah atau kuliah. kita ingin menjadi seperti itu.
Sebuah keinginan yang bukan karena cinta, tetapi hanya sebuah ikut – ikutan.
Definisinya pun kadang – kadang ramai diantara kita tidak tahu.

Teliti lagi, apa itu cinta?

Atau ia hanya perasaan kita yang ingin mendapatkan perhatian? Selama ini kita kurang mendapatkan perhatian dari orang tua.
Kita ingin dimanja, kita ingin diperhatikan dan dihargai sebagai seorang manusia.
Dicintai sepenuh hati, disayangi sepenuh kasih sayang dan dimanusiakan sebagai seorang manusia.

Apakah perasaan itu yang mendominasi kita?

Perasaan yang sangat manusiawi dan tidak perlu mencintai wanita cantik bila kita memerlukannya.
Kita seharusnya mencintai ibu bapa, yang akan memberikan segalanya kepada kita. Boleh jadi ini hanya sebelum ini kita tidak pernah melihat wanita cantik atau lelaki kacak.
Sehingga sekali melihatnya, kita terkena pesonanya. Kita tidak berkuasa menahan godaannya dan kemudian terbelit lantaran kecantikannya dan keanggunannya.

Ini bukan cinta, ini hanya perasaan sementara saja.

Masa muda, hanya merasakan apa itu perasaan, tetapi tidak pernah tahu apa arti perasaan itu. Boleh jadi ini hanya feeling simpati, tafsiran saja.
Kita berasa ingin memuji dan kagum dengan peribadi dia, dengan cantiknya dia dan dengan apa yang dia miliki sekarang.
Bukan cinta, hanya tafsiran saja.

Kenapa Kamu Memilih Saya?


Kenapa Kamu memilih saya, sedangkan kamu tahu saya orang biasa.
Sungguh saya tak sebanding dengan kamu
Bolehkah saya tahu alasannya?
Saya orang yang tidak BERHARTA kenapa kamu menerima saya?
- “dan nikahkanlah orang orang yang sendirian diantara kamu,dan orang orang yang layak berkahwin diantara hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Dia akan memampukan mereka dengan rezekiNya,dan ALLAH Maha luas pemberianNya dan Maha Mengetahui (QS An-Nur 32)
Harta kita adalah anak anak kita kelak,dan ALLAH selalu menepati janjiNya.
Saya adalah wanita yang tak berkedudukan kenapa kamu menerima saya?
- “saya bertawakal kepada ALLAH sesuai dengan FirmanNya-barang siapa yang bertawakal kepada ALLAH,Dia akan mengadakan dirinya jalan keluar, dan memberi rezeki padanya tak disangka sangka,dan barang siapa bertawakal kepada ALLAH maka Dia akan mencukupinya,sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan yang dikehendakiNya, sesungguhnya ALLAH telah mengadakan ketentuan pada tiap tiap sesuatu (QS.At Thalaq 2-3)
Saya orang yang tidak CANTIK kenapa kamu menerima saya?
- “saya memahami ALLAH tidak memandang rupa manusia kenapa saya harus melampaui hal itu? -Sesungguhnya ALLAH tidak memandang rupa kamu,tidak juga harta kamu TAPI ALLAH Melihat pada hati dan amalan kamu (HR Muslim)
Kecantikan dan ketampanan anugrah ALLAH dan saya juga bukan lelaki yang tampan. Jadilah orang TAWADDUK dan sederhana, serta mampu menerima kekurangan atau kelebihan masing – masing”
.
“Yang terpenting saya menerimamu kerana agama yang ada pada awak. Saya ikhlas menikahi awak dan menerima apa seadanya. Ketahuilah nama kita sudah disandingkan dilangit ALLAH, Syukur saya panjatkan semoga awak menjadi isteri solehah untuk saya”
“Barang siapa yang diberikan isteri yang solehah sesungguhnya dia telah diberikan pertolongan untuk meraih separuh dari agamanya, kemudian hendaklah bertaqwa untuk separuh yang lain (HR Tabrani dan Hakim)”













                                                                                                                                                             

Calon Isteriku : Coretan Untuk Calon Isteriku



Untuk Calon Isteriku..
Tangan ini mulai menulis apa yang telah dikarangkan oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mula tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya.
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat ini karena  diselubungi jahiliyyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, baru kini aku mengerti bahwa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tangung jawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, iaitu dirimu. Aku mula mempersiapkan diri dari segi fizikal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.
Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku genggam ketika dipertemukan dengan dirimu.
Aku coba membataskan perbicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahsia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya, karena dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.
Aku hanya mengharapkan keredhaan Allah. Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita karena harta dan perwatakanku.
Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini.
Rasulullah S.A.W pernah bersabda: “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
Aku khuatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya.
Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga.
Aku berasa bersalah kepada dirimu karena khawatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu kerana dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau.
Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti ku pegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik..
Jiwa remaja ku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu.
Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
Bukan harta, rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita.
Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
“Kahwinilah isteri karena empat perkara: Keturunan, Harta, Rupa dan Agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.”
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita.
Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan perkahwinan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin.
Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.
“Wahai saudari seakidahku,  carilah lelaki yang mampu menjadi imam untukmu, yang menitis air mata melihat kesakitanmu ketika melahirkan zuriatnya, dan lelaki yang membangunkanmu untuk bangun beribadat bersama-sama pada 2/3 malam..”